Manis Pahitnya Kehidupan

“ketika seseorang ingin berubah”

Ada Sedikit Kisi-Kisi buat Tes Kerja Nih!!! February 23, 2009

Filed under: Friends,Motivations — lucky @ 08:55

Berdasarkan hasil obrolanku dengan salah satu seniorku di kampus. Awalnya membahas bagaimana menghadapi tes dalam usaha melamar pekerjaan, ya lumayan simple tapi memang sedikit repot. Tes pertama yang biasanya diadakan oleh perusahaan-perusahaan dalam menyeleksi karyawannya yaitu psikotest. Yup semua orang pasti pernah melakukan psikotest karena akhir-akhir ini psikotest ga hanya digunakan dalam proses rekruitasi karyawan tetapi biasa juga digunakan dalam moment yang lainnya.

Tapi ini khusus buat melamar pekerjaan ada beberapa kisi-kisi yang diberitahukan oleh senior saya yang mungkin telah banyak memakan asam garam kehidupan. Kira-kira kisi-kisi yang diberikan untuk menghadapi psikotest ini gini nih kuncinya :

1. Jangan bergadang malam harinya, jangan terlalu Capek

2. Pada saat ngerjain lucky kerjakan yang paling mudah, lau yang sedang dan paling susah

3. Jangan terpengaruh dengan kondisi sekitar..fokus aja pada diri sendiri.anggap diruangan itu cuan kita sendiri..jangan terpengaruh kalau yang lain kerjanya cepat

4. Kalau mengerjakan Hitungan Koran, enggak perlu banyak tapi konsisten..artinya konsisiten setiap waktu

5. Kalau menggambar Orang: gambar diri sendir dengan cita-cita kita

6. Kalau menggambar 8 kotak, usahakan Kotaknya penuh dan penuh makna yang besar

7. Kalau menggambar Pohon : lengkap semua unsur pohon

Intinya, kondisi saat kita akan mengikuti psikotest itu kita harus dalam kondisi yang

Itu buat psikotest, ada lagi kisi-kisi buat tes selanjutnya yang biasanya menjadi salahsatu agenda test nya, FGD (Focus Group Discussion), nah tes ini yang biasanya melengkapi psikotest yang sudah kita lakukan. Mo tau apa aja kisi-kisinya, ini nih :

1. jangan Ngotot menentang Pendapat orang…

2. jangan juga ngotot dengan lpendapat sendiri.

3. Lebih aktif dalam memberi pendapat, tetapi setiap pendapat kita kalau bisa berbobot…

4. Kalau memutuskan untuk menjadi moderator…kita harus siap Netral dan mendengar semua pendapat peserta..dan bisa mengambil kesimpulan

5. Perkataan paling enak begini: “Itu Ide yang bagus Pa/Bu, tetapi menurut saya bagaimana jika ditambah perihal….atau diperhatikan hal…

6. Gunakan alat tulis..pura-pra nulis..tapi jangan terlalu banyak nulis

Nah itu dia sedikit hal untuk menghadapi FGD test, selanjutnya tahap yang mendekati final dan kadang-kadang ini disertai dengan berbagai macam orang yang menjadi penanya dalam wawancara.  Sedikit kisi-kisinya kayak gini ni :

1. Berpakaian Rapi

2. Usahakan pada saat wawancara lebih banyak senyum

3. cara duduk juga diatur, kalau bisa jangan bungkuk..dan tangannya jangan bersandar di Meja..letakkan aja tangan diatas kaki

4. Pada saat wawancara coba dengarkan pertanyaannya bener-bener, lalu jawab aja dengan percaya diri..lebih sedikit tetapi berbobot itu lebih baguus…kecuali diminta menceritakan tentang diri sendiri

5. Pertanyaan paling sering adalah Kelemahan dan kelebihan

kalau kelemahan : jangan ceritakan kelemahan yang terlalu negatif atau yang bisa menggangu pekerjaan sperti : Bosenan, kurang gaul, mudah emosi, dan cuek, suka makan, ….tapi contoh : Saya orangnya agak pelupa nah untuk itu solusinya saya selalu membawa note book, saya orangnya sering capek untuk itu saya selalu sering minum vitamin dan mengatur waktu, saya kurang pintar mengatur waktu untuk itu saya selalu membawa agenda.

kala di tanya kelebihan : sampaikan kalau kelebihan itu bisa membantu pekerjaan kita nantinya

6. kalau mereka menggunakan B.inggris..kalau enggak terlalu yakin..kita katakan kalau b.inggris kurang bagus tapi kita wajib tetap menggunakan b.inggris supaya merka menilai kita mau mencoba…dan mau belajar.

Nah yang terpenting ada 2 hal :

1. Kalau ditanya ada pertanyaan, bertanya lah hal yang bobot contoh bagaimana perkembangan perusahaan ini kedepannya..apa yang biasa dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan performance SDM…apa habit dari perusahaan ini supaya bisa beradptasi.,dll

2. Usahakan si Pewancara Nyaman berbicara dengan kita..ya kalau di bisa tertawa dan senyum tanpa dibuat-buat..75 % kita udah lolos

Wah itu tuh petuah-petuah yang diajarkan senior saya kepada saya, belum sempet dipraktekin sih tapi mudah-mudahan banyak waktu untuk mempraktekkannya. Semoga dengan teori-teori yang diberikan senior saya tersebut dapat membantu kita semua.



.

Advertisements
 

Tak Ada Artinya Usaha Tanpa Doa February 22, 2009

Filed under: Cerita Ajah...,Motivations,My Stories — lucky @ 13:02
Tags:

Sebentar saja aku terkesiap tatkala teman-temanku menanyakan mengenai masalah yang tengah kuhadapi saat ini. Beberapa pertanyaan muncul dengan santainya dari bibir mungil sahabatku ini. Kira-kira pertanyaan yang diajukan memang cukup simple dan tanpa perlu lama berfikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Simple tapi cukup menohok hatiku tatkala mendengarkan secara khidmat pertanyaan tersebut. Apakah usaha yang kamu lakukan untuk menyelesaikan permasalahanmu sudah maksimal? Itu pertanyaan pertama yang diajukan.

Pertanyaan kedua yang juga menjadi pertanyaan yang simple yaitu apakah kamu melakukan shalat tahajud di sepertiga malam? Itu pertanyaan keduanya. Dan yang terakhir adalah pertanyaan seberapa sering kamu melakukan shadaqoh terhadap fakir miskin? Cukup tiga buah pertanyaan yang simple diucapkan tetapi justru disitulah jawaban dari permasalahan-permasalahan yang selama ini kita hadapi.

Seperti tercantum dalam judul bahwa “tak ada artinya usaha tanpa doa”, jadi walaupun kita mati-matian kita berusaha melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada hidup kita apabila tidak disertai dengan doa dan pintanya kepada Sang Khalik niscaya kita tak akan pernah menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Itu yang paling berkesan dari obrolanku dengan salah satu temanku mengingat dengan adanya obrolan kali ini aku tersadar akan suatu hal yang mungkin terlupakan selama ini, hal yang cukup simple tetapi ternyata memiliki andil dan pengaruh yang cukup besar dalam penyelesaian masalah yang tengah dihadapi.

 

First Time Go to Jakarta Alone… February 9, 2009

Filed under: Cerita Ajah...,Cuap-Cuap Lucky,My Stories — lucky @ 10:52
Tags:

Gini nih rasanya jadi anak cewe satu-satunya, kemana-mana harus ada pengawal atau dikawal. Alhasil saya gak pernah pergi ke luar kota sendirian karena selalu gak di kasih ijin pergi sendiri sampai-sampai kalau mo pergi ke luar kota bareng temen-temen aja pake ada acara interogasi segala. Namanya juga orang tua pastinya selalu mencemaskan anaknya walaupun cuma pergi ke depan rumah sekalipun,hehe. Tapi kalau di daerah sendiri (baca:dalam kota) sudah dilepas sih ya tapi tetep aja melenceng sedikit dari jam pulang udah ribut tuh hape disertai kerlap-kerlip lampu layar yang bertuliskan “My Sweet Home”. Pas diangkat langsung deh di cecar dengan berbagai maca pertanyaan dimana, ama siapa, ngapain dan yang terakhir yang menjadi kalimat paling ampuh walaupun hanya dibentuk oleh dua kata “Cepetan Pulang!”.

Nah kalau yang ini kasus lain lagi, minggu kemaren terpaksa harus menuju ibukota negara berkaitan dengan urusan jobseeker. Ya awalnya sibuk cari temen bareng pergi ke sana tapi setelah lobi sana-sini akhirnya tak ada kata sepakat untuk berangkat bareng alhasil pergilah saya sendiri ke ibukota yang sebelumnya belum pernah saya pergi sendirian ke sana. Untungnya ayah dan adik saya bekerja di sana jadi ada tempat menginap sekaligus penunjuk arah di daerah yang belum pernah saya datangi sendirian itu. Yah walaupun beberapa bulan lalu saya sempat pergi ke sana untuk berlibur di Dufan tetap saja daerah sana belum saya kuasai. Akhirnya pergilah saya menuju ke ibukota negara itu dengan menggunakan bus antar kota.

Belum sampai saya merebahkan badan di kursi bus, hape sudah riuh berdering tanda orang rumah mengecek dimana posisi saya. Hampir tiap satu jam saya menerima telepon yang selalu saja isi percakapannya “sudah sampai dimana?” sekaligus mengingatkan saya nanti kalau sudah sampai segera menghubungi ayah saya agar beliau segera bisa menjemput saya setibanya saya di tempat yang telah di tentukan sebelumnya yaitu di terminal bus.

Sesampainya saya di sana, saya memutuskan mencari mushala atau masjid mengingat waktu sudah lewat waktu ashar dan saya belum melaksanakan shalat ashar. Akhirnya saya menemukan tempat shalat yang kebetulan berada  pelataran kantor kejaksaan negeri. Saya menelepon ayah saya bahwa saya akan menunggu di tempat itu mengingat terminal sangat ramai oleh orang-orang yang hilir mudik entah mencari bus keberangkatan atau turun dari bus, belum lagi angkot, pengemis dan tukang ojek yang membuat terminal tersebut semakin padat. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu di depan kantor kejaksaan negeri walaupun disana juga banyak pns-pns yang pulang kantor tetapi tidak seramai di terminal.

Hampir 30 menit saya menunggu ayah saya menjemput, sangsi mulai menghantui perasaan saya mengingat macet sekali jalan itu. Dan kalau ayah saya menjemput menggunakan mobil pasti butuh waktu lama sampai ke tempat saya berada. Tetapi ternyata ayah saya juga telah menyadari keadaan jakarta yang macet dan memutuskan menjemput menggunakan motor sehingga saya tidak terlalu lama menunggu. Alhasil sampailah saya di tempat ayah saya dan istirahat dengan nyaman untuk mempersiapkan diri keesokan harinya.