Manis Pahitnya Kehidupan

“ketika seseorang ingin berubah”

Kisah Seekor Burung Kecil November 28, 2009

Filed under: Cerita Ajah... — lucky @ 10:13
Tags:

Lama banget dah ga pernah nulis,, bisa dibilang jadi rada kaku untuk menuangkan kata-kata dalam sebuah tulisan. Tapi jika semuanya tak pernah tertuang, akan menjadi apa hidup ini, hampa..hihi..

Ada satu kisah yang benar-benar mengena dalam hidupku ini. Kisahnya kurang lebih seperti ini. Di suatu waktu ada seekor burung kecil bersama keluarga dan saudaranya. Ketika beranjak dewasa saudaranya berlatih untuk terbang, walaupun dengan tertatih-tatih mereka berusaha untuk terbang dan lambat laun mereka semua bisa terbang.

Lalu apa yang terjadi dengan satu burung, ia tidak berusaha untuk terbang. Ketika saudaranya sibuk belajar untuk terbang, ia hanya diam saja dan tak peduli apa yang dikerjakan oleh saudara-saudaranya yang lain. Hingga suatu ketika pada saat mereka akan pergi, si burung kecil merasakan sayapnya kaku tak bisa digerakkan. Ia berusaha keras mengepakkan sayapnya tetap saja sia-sia usaha yang ia lakukan.

Burung kecil itu hanya bisa terdiam meratapi nasibnya. Ia tak pernah bisa memutar kembali waktu untuk membalikkan keadaan. Ia pun hidup dengan ketidakmampuannya untuk terbang dan menyesali hal yang dilakukannya dulu.

Cerita di atas sedikit menyentil diriku,,hehe.. Memang penyesalan itu ga akan pernah terjadi di awal, pastinya di akhir. Tapi gimana caranya supaya kita membuat penyesalan itu menjadi kekuatan kita untuk menjalani hari ke depannya.. Banyak hal yang dulu memang enggan sekali kulakukan tetapi hal itu jadi salah satu hal terpenting. Untungnya aku belu terlambat dan bisa memperbaiki semua walaupun dilakukan di tengah-tengah.

Advertisements
 

Percaya dan Mempercayakan October 14, 2009

Filed under: Cerita Ajah... — lucky @ 21:57

Tau ga sih bedanya percaya ama mempercayakan. Awalnya sempet bingung juga sampai denger satu kisah, di suatu negara ada sebuah kompetisi melewati seutas tali menyebrangi air terjun dengan imbalan berupa uang yang sangat banyak. Banyak orang yang mengikuti kompetisi ini, tetapi banyak juga yang mundur dari kompetisi ini karena merasa ragu dan ketakutan.
Hingga ada seorang bapak yang dengan berani menyebrangi seutas tali tersebut dan berhasil

Setelah keberhasilan orang tsb, diadakanlah jumpa pers dan orang tsb ditantang untuk mengulangi keberhasilannya. Sebelumnya ia bertanya ‘apakah rekan2 percaya saya dapat melakukannya lg?’. Semua orang yang ada disana menjawab ‘percaya’. Orang tsb lalu berbicara ‘jika semua percaya, adakah salah satu dr kalian yg bersedia ikut dgn saya?jgn khawatir, akan saya gendong’.
Seluruh orang dsana terdiam hingga ada satu anak yg bilang ‘saya mau’.
Setelah anak tersebut menyatakan diri bersedia, kemudian dipersiapkanlah segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang seperti sebelumnya yaitu tali yang dibentangkan di atas air terjun niagara. Pada saat semua persiapan sudah matang, lelaki tersebut bersiap-siap menyebrang dan mengajak anak tersebut naik ke atas punggungnya. Dengan hanya bantuan sebatang tongkat sebagai penyeimbang lelaki tersebut berhasil menyebrangi air terjun niagara dengan baik.
Semua orang terperangah takjub menyaksikannya. Penghargaan kembali diberikan kepada dua orang tersebut, pada saat junpa pers justru sang anak kecillah yang menjadi pusat perhatian dan memperoleh satu pertanyaan ‘Nak, mengapa kau bersedia untuk ikut bersama orang itu untuk menyebrangi air terjun niagara?’. Dengan santainya anak tersebut menjawab ‘karena beliau itu adalah ayah saya’. Orang-orang terkagum-kagum atas jawaban sang anak.

Dari cerita tersebut dapat kita ambil sedikit hikmah bahwa selama ini orang selalu saja berucap ‘saya percaya bahwa Allah itu ada’ tetapi kadang kita lupa untuk mempecayakan diri kita kepada-Nya dengan cara tidak pernah menerima takdirnya. Kita kadang selalu mengeluh akan apa yang menjadi musibah bagi kita, padahal bisa saja Allah menjadikan orang yang tingkatannya lebih mulia setelah melalui musibah tersebut. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang umatnya, dan Ia tak akan pernah memberikan cobaan yang tidak bisa kita hadapi.
Jika kita percaya akan kebesaran Allah maka tak ada salahnya juga kita mempercayakan diri kita terhadap-Nya, karena apapun yang diberikan Allah pasti itu yang terbaik bagi kita.

 

Keliling Bandung cari background buat Foto,,, April 12, 2009

9 April 2009 di saat orang-orang sedang sibuk mengurusi pesta demokrasi Indonesia dalam pemilihan anggota legislatif, menjadi waktu yang sangat tepat untuk melaksanakan cita-cita yang sudah terpendam cukup lama dalam hati masing-masing dari kami. Sebenarnya rencana sudah dibuat sejak bertahun-tahun lalu tapi apa daya apabila kesibukan dan kehadiran menjadi hal yang sangat penting dalam hal ini dan teramat sangat tidak dapat diabaikan.

Alhasil jadilah momen pemilihan umum 2009 (baca:pemilu 2009) ini dijadikan tanggal yang bersejarah dalam penyelesaian salah satu cita-cita kami. Bandung memang selalu mengundang kami untuk menikmati keindahannya, coba aja keliling Bandung pastinya banyak tempat-tempat yang menunjukkan taring keindahannya dan secara tidak langsung membuat kita tidak rela untuk tidak mengabadikannya. Itulah yang selalu menjadi cita-cita kami, walaupun cita-cita itu hanya berawal dari obrolan singkat ketika kami sedang berkumpul bersama.

Tak lupa menunaikan kewajiban sebagai warga negara, kami melalui petualangan menjelajahi Bandung nan indah ini dengan “mencontreng” di pagi hari. Setelah kewajiban tertuntaskan, beranjaklah kami ke tempat-tempat yang menjadi tujuan kami sejak lama. Rute perjalanan belum kami tentukan tapi kami segera pergi agar tidak gagal oleh satu dan lain hal, maklum biasanya kalau direncanakan kemungkinan gagal selalu muncul. Di awal perjalanan akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat yang terdekat dari lokasi rumah kami.

Monumen, lokasi pertama yang kami datangi mengingat disini view nya asyik buat dijadikan background kami berfoto.  Walaupun terdapat di pusat kota tepatnya beberapa ratus meter dihadapan Gedung Sate tetapi tidak kami lupakan untuk mengunjunginya. Selain kami, ternyata terdapat beberapa orang yang sedang hunting foto disini, ya walaupun harus menunggu background karena bergantian foto disana tidak mengurangi semangat kami untuk foto disana.

Gedung Sate, lokasi kedua yang mungkin termasuk bangunan bersejarah layaknya monumen. Disini kami menemui kejadian unik. Kalau di monumen tadi kita bergantian foto dengan turis lokal tapi disini kita bertemu dengan turis asing. Sepertinya turis asing itu berasal dari Belanda mengingat ketika mereka sedang mengobrol bahasa yang digunakan tidak kami mengerti. Tetapi turis asing itu baik sekali, salah satu dari mereke malah menawari untuk menjadi juru foto mereka. Jadilah kami memiliki foto dengan jumlah anggota lengkap di depan Gedung Sate ini. Parahnya lagi, ketika kami akan beranjak pergi, mereka malah meminta kami untuk tetap disana dan meminta foto kami dengan kamera mereka. Tidak hanya satu orang ternyata yang memoto kami tetapi ada sekitar tiga atau empat orang, serasa jadi model dadakan saja.

Braga, lokasi ketiga pasti semua orang sudah pernah mendengar lokasi ini, atau bahkan sudah berfoto di daerah ini. Untungnya kami mengambil waktu yang tepat di saat pemilu sehingga jalan braga sedang sepi jadinya kami tidak terlalu malu untuk berfoto di sekitar braga, mengingat braga tepat berada di salah satu jalan utama yang ramai sekali digunakan. Selesai dari tempat ini kami beranjak pulang mengingat hari sudah menuju sore.

Tak terasa rasanya apabila kami telah melalui hari selama ini, akhirnya terakhir sesi pemotretan kami akhiri di jalan raya pasopati. Setelah itu kami akhiri petualangan kami dengan makan di sebuah mall dan pulang serta melepas lelah di kos salah satu dari kami. Petualangan yang menyenangkan sekaligus melelahkan tatapi hati kami menjadi senang karena akhirnya dapat menyelesaikan salah satu cita-cita kami.

 

Tak Ada Artinya Usaha Tanpa Doa February 22, 2009

Filed under: Cerita Ajah...,Motivations,My Stories — lucky @ 13:02
Tags:

Sebentar saja aku terkesiap tatkala teman-temanku menanyakan mengenai masalah yang tengah kuhadapi saat ini. Beberapa pertanyaan muncul dengan santainya dari bibir mungil sahabatku ini. Kira-kira pertanyaan yang diajukan memang cukup simple dan tanpa perlu lama berfikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Simple tapi cukup menohok hatiku tatkala mendengarkan secara khidmat pertanyaan tersebut. Apakah usaha yang kamu lakukan untuk menyelesaikan permasalahanmu sudah maksimal? Itu pertanyaan pertama yang diajukan.

Pertanyaan kedua yang juga menjadi pertanyaan yang simple yaitu apakah kamu melakukan shalat tahajud di sepertiga malam? Itu pertanyaan keduanya. Dan yang terakhir adalah pertanyaan seberapa sering kamu melakukan shadaqoh terhadap fakir miskin? Cukup tiga buah pertanyaan yang simple diucapkan tetapi justru disitulah jawaban dari permasalahan-permasalahan yang selama ini kita hadapi.

Seperti tercantum dalam judul bahwa “tak ada artinya usaha tanpa doa”, jadi walaupun kita mati-matian kita berusaha melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada hidup kita apabila tidak disertai dengan doa dan pintanya kepada Sang Khalik niscaya kita tak akan pernah menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Itu yang paling berkesan dari obrolanku dengan salah satu temanku mengingat dengan adanya obrolan kali ini aku tersadar akan suatu hal yang mungkin terlupakan selama ini, hal yang cukup simple tetapi ternyata memiliki andil dan pengaruh yang cukup besar dalam penyelesaian masalah yang tengah dihadapi.

 

First Time Go to Jakarta Alone… February 9, 2009

Filed under: Cerita Ajah...,Cuap-Cuap Lucky,My Stories — lucky @ 10:52
Tags:

Gini nih rasanya jadi anak cewe satu-satunya, kemana-mana harus ada pengawal atau dikawal. Alhasil saya gak pernah pergi ke luar kota sendirian karena selalu gak di kasih ijin pergi sendiri sampai-sampai kalau mo pergi ke luar kota bareng temen-temen aja pake ada acara interogasi segala. Namanya juga orang tua pastinya selalu mencemaskan anaknya walaupun cuma pergi ke depan rumah sekalipun,hehe. Tapi kalau di daerah sendiri (baca:dalam kota) sudah dilepas sih ya tapi tetep aja melenceng sedikit dari jam pulang udah ribut tuh hape disertai kerlap-kerlip lampu layar yang bertuliskan “My Sweet Home”. Pas diangkat langsung deh di cecar dengan berbagai maca pertanyaan dimana, ama siapa, ngapain dan yang terakhir yang menjadi kalimat paling ampuh walaupun hanya dibentuk oleh dua kata “Cepetan Pulang!”.

Nah kalau yang ini kasus lain lagi, minggu kemaren terpaksa harus menuju ibukota negara berkaitan dengan urusan jobseeker. Ya awalnya sibuk cari temen bareng pergi ke sana tapi setelah lobi sana-sini akhirnya tak ada kata sepakat untuk berangkat bareng alhasil pergilah saya sendiri ke ibukota yang sebelumnya belum pernah saya pergi sendirian ke sana. Untungnya ayah dan adik saya bekerja di sana jadi ada tempat menginap sekaligus penunjuk arah di daerah yang belum pernah saya datangi sendirian itu. Yah walaupun beberapa bulan lalu saya sempat pergi ke sana untuk berlibur di Dufan tetap saja daerah sana belum saya kuasai. Akhirnya pergilah saya menuju ke ibukota negara itu dengan menggunakan bus antar kota.

Belum sampai saya merebahkan badan di kursi bus, hape sudah riuh berdering tanda orang rumah mengecek dimana posisi saya. Hampir tiap satu jam saya menerima telepon yang selalu saja isi percakapannya “sudah sampai dimana?” sekaligus mengingatkan saya nanti kalau sudah sampai segera menghubungi ayah saya agar beliau segera bisa menjemput saya setibanya saya di tempat yang telah di tentukan sebelumnya yaitu di terminal bus.

Sesampainya saya di sana, saya memutuskan mencari mushala atau masjid mengingat waktu sudah lewat waktu ashar dan saya belum melaksanakan shalat ashar. Akhirnya saya menemukan tempat shalat yang kebetulan berada  pelataran kantor kejaksaan negeri. Saya menelepon ayah saya bahwa saya akan menunggu di tempat itu mengingat terminal sangat ramai oleh orang-orang yang hilir mudik entah mencari bus keberangkatan atau turun dari bus, belum lagi angkot, pengemis dan tukang ojek yang membuat terminal tersebut semakin padat. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu di depan kantor kejaksaan negeri walaupun disana juga banyak pns-pns yang pulang kantor tetapi tidak seramai di terminal.

Hampir 30 menit saya menunggu ayah saya menjemput, sangsi mulai menghantui perasaan saya mengingat macet sekali jalan itu. Dan kalau ayah saya menjemput menggunakan mobil pasti butuh waktu lama sampai ke tempat saya berada. Tetapi ternyata ayah saya juga telah menyadari keadaan jakarta yang macet dan memutuskan menjemput menggunakan motor sehingga saya tidak terlalu lama menunggu. Alhasil sampailah saya di tempat ayah saya dan istirahat dengan nyaman untuk mempersiapkan diri keesokan harinya.

 

Saturday Night with FASTgroup January 24, 2009

Setelah sekian lama direncanakan dan setelah berkali-kali dibatalkan mengingat adanya berbagai alasan yang menghalangi. Akhirnya bisa juga acara ini diadakan dengan ataupun tidak lengkapnya seluruh anggota FASTgruop. Ya walaupun tujuan pembentukan grup ini sudah tidak aktif dalam mengelola bisnisnya tetapi jalinan silaturahmi anggota FASTgroup ini kental sekali dengan aroma persahabatan.

Rencana yang telah disusun dengan rapi kadang kalah dengan keinginan sesaat yang terlintas. Itu yang terjadi, karena waktu kumpul pada hari ini berdasarkan keinginan antar beberapa anak yang memiliki inisiatif berkumpul. Alhasil tanpa perencanaan yang cukup matang hanya dengan bermodalkan sms yang menuliskan undangan acara tersebut berhasil dilaksanakan. Walaupun tak semua anggota dapat hadir tak mengurangi rasa persahabatan kami, karena kami tetap mensuport teman-teman kami yang berhalangan hadir dengan menghubungi lewat media telekomunikasi sehingga mereka yang tidak hadir tetap merasakan persahabatan dalam diri mereka.

Sabtu malam kami jadikan sebagai hari pertemuan mengingat hari ini paling fleksibel dimana yang udah bekerja dan kuliah mendapatkan libur sehingga kemungkinan seluruh anggota kumpul lebih banyak. Malam itu yang datang lebih dari sekitar 50%, lumayan kami bisa kumpul-kumpul dan meng-update informasi yang belum kami tahu satu sama lain. Sungguh menyenangkan berbagi pengalaman dengan sahabat karena pengalaman itu nantinya bisa kita jadikan sebagai bahan pelajaran bagi kita kelak.

Tertawa banyak dilakukan pada saat membicarakan topik yang memalukan di waktu-waktu yang lampau. Senyuman selalu menghiasi bibir ketika salah seorang dari kita melakukan hal bodoh, serunya saat-saat yang memang jarang sekali ditemui pada waktu-waktu biasa ketika kita semua menjalani kehidupan rutin dengan berbagai kegiatan. Senyuman dan canda tawa khas yang menghilangkan sejenak permasalahan dan problematika yang tengah dihadapi.

Sungguh pertemuan yang menyenangkan dengan bumbu persahabatan yang sangat indah dirangkai dalam suatu wadah FASTgruop. Bisnis awal yang melatarbelakangi pembentukan group ini seolah merangkai suatu keindahan persahabatan yang tak terkira bandingannya dengan mengesampingkan ego terhadap bisnis yang dilakukan tiap personal anggotanya. Persahabatan akan tetap indah walaupun tanpa embel-embel bisnis, walaupun belum dapa mengembangkan bisnis secara bersama tetapi kebersamaan dalam ikatan persahabatan lebih indah dari segalanya. Semoga persahabatan kita akan selalu terjalin indah dan selalu diridhai Allah SWT. amin

 

Hari Ulang Tahunku,,, January 18, 2009

Filed under: Cerita Ajah...,My Stories — lucky @ 14:42
Tags: ,

17 Januari 2009

Bertepatan dengan hari ulang tahunku, seperti tahun-tahun sebelumnya tak ada sesuatu yang spesial yang kulakukan untuk merayakan hari itu. Bisa dikatakan bahwa hari itu sama seperti hari-hari biasanya, nothing special. Tapi memang seperti biasa hape dalam rentang waktu beberapa menit selalu bersenandung mengisyaratkan adanya sebuah pesan singkat yang akan memenuhi inbox message hapeku.

Ucapan dan doa selalu menghiasi layar monitor hape ku ketika aku mulai membuka satu persatu pesan singkat yang masuk itu. Diiringi dengan ucapan amindari bibir ini atas doa-doa yang diberikan oleh sahabat-sahabatku melalui pesan singkat tersebut. Karena doa yang sahabat-sahabatku sungguh membuat hatiku bahagia karena dengan begitu berarti masih banyak yang mengharapkan agar aku menjadi lebih baik lagi.

Walaupun tak ada ritual khusus dalam merayakan pertambahan tahun umurku, tetapi aku selalu melakukan kegiatan di malam pergantian umurku. Aku selalu berdiam diri di kamar untuk merenungi hal-hal apa saja yang telah kulakukan selama setahun yang telah kulewati. Kucatat apa saja yang telah kulakukan selama satu tahun terakhir dan kemudian kucocokkan dengan harapan yang kutulis tepat setahun yang lalu.

Sungguh kegiatan tersebut  membuatku paham betul mimpi-mimpi yang telah dan belum kuperoleh itu apa saja.  Sekaligus membuatku menuliskan kembali harapan-harapan yang akan kulaksanakan untuk tahun kedepannya.

Setelah melakukan kegiatan itu aku berdoa agar tahun ke depan aku dapat mewujudkan mimpi-mimpi yang telah kutuliskan kembali pada selembar kertas sekaligus melengkapi mimpi-mimpi yang belum sempat kuwujudkan di tahun lalu. Harapanku yang paling umum kuminta pada-Nya agar aku diberikan kesempatan untuk berbuat lebih baik dari hari kemarin.  amin..