Manis Pahitnya Kehidupan

“ketika seseorang ingin berubah”

Kalau Udah Hobby,,,??? July 11, 2008

Filed under: Cerita Ajah...,Cuap-Cuap Lucky — lucky @ 13:21
Tags: , ,

Memang sulit yah kalau kita punya suatu kegemaran terhadap suatu hal (yah orang-orang suka nyebut hal itu dengan sebutan hobby). Apapun yang berhubungan dengan sang hobby akan dipenuhinya walaupun dengan rasa penuh suka cita maupun duka lara. Bisa dibilang berapapun materi yang dibutuhkan demi tercapainya hasrat memuaskan hobby-nya akan dikeluarkan, apapun cara yang bisa digunakan untuk mencapai hobby-nya akan dilakukan dan kapanpun waktu yang dibutuhkan untuk sang hobby akan ia luangkan. Nah itu dia tema tulisanku kali ini “Kalau udah hobby,,,”.

Hal yang sangat menarik untuk dibicarakan, hobby atau kegemaran dari setiap orang itu pastinya berbeda-beda tergantung dari orang itu sendiri. Kalau ada orang yang tertarik sesuatu hal tentunya orang itu akan mengumpulkan hal tersebut contonya aja kalau ada orang yang suka sekali terhadap perangko ya apapun yang berhubungan dengan perangko akan ia dapatkan istilahnya sih biasa disebut sampai ke ujung duniapun akan dikejar (berlebihan ga sih ^_^). Tapi emang ga menutup kemungkinan juga cara menyalurkan atau memperoleh kegemaran (baca: hobby) itu dengan berbagai cara yang berbeda ya tergantung dari karakter orangnya kali ya.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya bahwa materi atau uang itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi sang empunya hobby. Kenapa begitu? Sebenernya itu hanya asumsi saja dari beberapa rekan yang emang notabene-nya punya hobby yang bemacam-macam dari mulai dari orang yang hobby banget nonton film di bioskop pastinya akan selalu update tontonan walaupun harus mengorbankan waktu dan uang yang melebihi budgetnya. Ada lagi nih contohnya orang yang suka banget travelling, setiap liburan atau weekend pastinya dia akan meluangkan waktunya untuk travelling walaupun sebetulnya dia harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Wah kalau aku sebutin satu-satu pastinya panjang banget ni tulisan jadinya skip aja buat contoh-contoh hobby-nya yah.

Wah mau dikata apa lagi, memang bagi kita yang emang beda hobby ama mereka-mereka itu pastinya akan menganggap bahwa orang yang rela mengeluarkan dana serta usaha demi sang hobby itu memang teramat sangat boros dan dirasakan menyia-nyiakan uang demi hal yang ga penting. Tapi mereka akan sangat merasa puas walaupun uang yang mereka keluarkan itu tidak sedikit. Jadi kita tidak boleh men-judge mereka bahwa mereka melakukan hal yang tidak pentin karena kepuasan setiap orang itu berbeda-beda sehingga “Kalau udah hobby, pastinya orang itu akan mendapatkan apapun dengan berbagai cara dan upaya” demi mencapai kepuasannya terhadap sang hobby.

 

Pilih Kualitas atau Harga Murah?? July 9, 2008

Filed under: Cerita Ajah...,Cuap-Cuap Lucky,My Stories — lucky @ 12:36
Tags: , , ,

Waduh memang sulit kalau udah ada pertanyaan “pilih kualitas apa harga murah??”. Emang sulit banget pengennya sih kalau beli barang-barang tuh yang kualitasnya bagus tapi harganya miring. Tapi untuk sekarang ini rasanya merupakan hal yang amat sangat susah kalau kita pengen dapetin barang yang bagus dengan kualitas yang murah. Kalau kita lagi berusaha menawar ama pedagang pastinya jawaban si pedagang tuh gini “harga tuh ga akan bohong deh Neng!”. Kalau udah diomongin gitu ama si pedagang pastinya aku dah kena “skak mat” deh dari usaha menawar barang yang harganya emang rada-rada mahal itu.

Tapi mau gimana lagi, udah beberapa kali aku ngalamin kejadian yang berhubungan dengan dua pilihan di atas, yang mana kejadian itu emang bikin aku sadar bahwa emang harga itu ga bisa bohong. Kualitas barang yang bagus memang bikin kita puas terhadap barang yang kita beli, yah walaupun kita harus mengeluarkan dana yang ekstra lebih.

Sekedar berbagi pengalaman tentang barang yang kualitasnya bagus ama barang yang harganya murah. Ok, kejadian ini emang aku alami kira-kira sebulan yang lalu. Waktu itu ban motorku bocor dan ketika aku bawa ke tambal ban ternyata ban motorku harus diganti. Kemudian terjadilah percakapan antara aku dengan tukang tambal ban.

“Neng mo diganti ama ban yang harganya 20ribu atau yang 27ribu?”

“Bedanya apa pak? dari segi kualitas bagaimana?”

“Sama aja kok Neng sama-sama bagus..”

“Oh ya sudah saya pake yang 20ribu saja”

Ya pikirku saat itu memang cuma pengen irit duit aja, kalau emang kualitasnya sama kenapa ga pilih yang murah aja (pembelaan ceritanya, hehe). Setelah selesai transaksi dan pemasangan selesai aku pulang dan melanjutkan perjalanan. Tetapi selama satu bulan aku memakai motor, sering sekali ban motorku itu bocor entah karena paku atau karena kekurangan angin. Satu kali, dua kali, tiga kali … sampai akhirnya untuk ketujuh kalinya banku bocor dalam waktu yang cukup singkat (kurang lebih satu bulan). Di tukang tambal ban terakhir aku diajak ngobrol oleh si tukang tambal ban.

“Neng ini mah harus diganti bannya”

“Oh begitu ya pak, memangnya kenapa?”

“Ini Neng, ban buatan China memang kayak gini, jelek bahannya cepet bolong dan emang ga tahan lama. Liat aja di ban ini udah ada banyak banget tambalannya.”

“Oh gitu ya pak, ya sudah tolong diganti aja ama ban yang kualitasnya bagus”

Dari situ aku baru sadar bahwa ternyata memang benar harga itu ga bisa bohong, awalnya pengen irit dengan beli ban yang murah taunya mesti nombok juga gara-gara kualitas barang yang emang ga bagus. Pelajaran yang didapet dari kejadian ini yaitu jangan terlalu percaya ama orang trus satu lagi kalau kualitas itu emang lebih penting daripada harga murah. Bisa jadi harga murah kita dapet tapi biaya perawatan yang lebih tinggi tetap aja harus mengeluarkan uang yang ekstra banyak dan ga jarang juga bisa lebih mahal dari barang mahal yang kualitasnya bagus.

 

Hampa dan Cahaya,,, July 3, 2008

Filed under: Cerita Ajah...,Poems — lucky @ 13:39
Tags: , ,

Di depan sebuah cermin ia terdiam bagai sebuah patung tanpa ruh kehidupan

Perasaannya hanyut diterkam kesedihan yang begitu mendalam

Apapun yang telah ia lakukan rasanya tidak berarti bagi siapapun

Kemanapun langkah kakinya bergerak akan selalu menghalangi kebahagiaannya

Bagaimanapun dia bertindak selalu kesalahan yang diterimanya

Semua penderitaan yang dirasakan ia kubur rapat-rapat dalam hatinya

Semuanya terasa hampa baginya dalam menghadapi lika-liku kehidupan

Hingga sampai pada saat ia menemukan cahaya yang menerangi hidupnya…

Cahaya yang dapat meniupkan ruh kehidupan dalam jiwanya

Cahaya yang dapat menghapuskan kesedihan yang selama ini ia rasakan

Cahaya yang mampu membuat ia merasa berarti bagi seluruh orang yang ada di sekitarnya

Cahaya yang mendobrak benteng penghalang kebahagiaannya

Cahaya yang menguburkan kesalahan yang dilakukan olehnya

Cahaya “keimanan dan ketakwaan” yang membuat ia dapat menghadapi lika-liku kehidupannya