Manis Pahitnya Kehidupan

“ketika seseorang ingin berubah”

Percaya dan Mempercayakan October 14, 2009

Filed under: Cerita Ajah... — lucky @ 21:57

Tau ga sih bedanya percaya ama mempercayakan. Awalnya sempet bingung juga sampai denger satu kisah, di suatu negara ada sebuah kompetisi melewati seutas tali menyebrangi air terjun dengan imbalan berupa uang yang sangat banyak. Banyak orang yang mengikuti kompetisi ini, tetapi banyak juga yang mundur dari kompetisi ini karena merasa ragu dan ketakutan.
Hingga ada seorang bapak yang dengan berani menyebrangi seutas tali tersebut dan berhasil

Setelah keberhasilan orang tsb, diadakanlah jumpa pers dan orang tsb ditantang untuk mengulangi keberhasilannya. Sebelumnya ia bertanya ‘apakah rekan2 percaya saya dapat melakukannya lg?’. Semua orang yang ada disana menjawab ‘percaya’. Orang tsb lalu berbicara ‘jika semua percaya, adakah salah satu dr kalian yg bersedia ikut dgn saya?jgn khawatir, akan saya gendong’.
Seluruh orang dsana terdiam hingga ada satu anak yg bilang ‘saya mau’.
Setelah anak tersebut menyatakan diri bersedia, kemudian dipersiapkanlah segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang seperti sebelumnya yaitu tali yang dibentangkan di atas air terjun niagara. Pada saat semua persiapan sudah matang, lelaki tersebut bersiap-siap menyebrang dan mengajak anak tersebut naik ke atas punggungnya. Dengan hanya bantuan sebatang tongkat sebagai penyeimbang lelaki tersebut berhasil menyebrangi air terjun niagara dengan baik.
Semua orang terperangah takjub menyaksikannya. Penghargaan kembali diberikan kepada dua orang tersebut, pada saat junpa pers justru sang anak kecillah yang menjadi pusat perhatian dan memperoleh satu pertanyaan ‘Nak, mengapa kau bersedia untuk ikut bersama orang itu untuk menyebrangi air terjun niagara?’. Dengan santainya anak tersebut menjawab ‘karena beliau itu adalah ayah saya’. Orang-orang terkagum-kagum atas jawaban sang anak.

Dari cerita tersebut dapat kita ambil sedikit hikmah bahwa selama ini orang selalu saja berucap ‘saya percaya bahwa Allah itu ada’ tetapi kadang kita lupa untuk mempecayakan diri kita kepada-Nya dengan cara tidak pernah menerima takdirnya. Kita kadang selalu mengeluh akan apa yang menjadi musibah bagi kita, padahal bisa saja Allah menjadikan orang yang tingkatannya lebih mulia setelah melalui musibah tersebut. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang umatnya, dan Ia tak akan pernah memberikan cobaan yang tidak bisa kita hadapi.
Jika kita percaya akan kebesaran Allah maka tak ada salahnya juga kita mempercayakan diri kita terhadap-Nya, karena apapun yang diberikan Allah pasti itu yang terbaik bagi kita.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s