Manis Pahitnya Kehidupan

“ketika seseorang ingin berubah”

Keliling Bandung cari background buat Foto,,, April 12, 2009

9 April 2009 di saat orang-orang sedang sibuk mengurusi pesta demokrasi Indonesia dalam pemilihan anggota legislatif, menjadi waktu yang sangat tepat untuk melaksanakan cita-cita yang sudah terpendam cukup lama dalam hati masing-masing dari kami. Sebenarnya rencana sudah dibuat sejak bertahun-tahun lalu tapi apa daya apabila kesibukan dan kehadiran menjadi hal yang sangat penting dalam hal ini dan teramat sangat tidak dapat diabaikan.

Alhasil jadilah momen pemilihan umum 2009 (baca:pemilu 2009) ini dijadikan tanggal yang bersejarah dalam penyelesaian salah satu cita-cita kami. Bandung memang selalu mengundang kami untuk menikmati keindahannya, coba aja keliling Bandung pastinya banyak tempat-tempat yang menunjukkan taring keindahannya dan secara tidak langsung membuat kita tidak rela untuk tidak mengabadikannya. Itulah yang selalu menjadi cita-cita kami, walaupun cita-cita itu hanya berawal dari obrolan singkat ketika kami sedang berkumpul bersama.

Tak lupa menunaikan kewajiban sebagai warga negara, kami melalui petualangan menjelajahi Bandung nan indah ini dengan “mencontreng” di pagi hari. Setelah kewajiban tertuntaskan, beranjaklah kami ke tempat-tempat yang menjadi tujuan kami sejak lama. Rute perjalanan belum kami tentukan tapi kami segera pergi agar tidak gagal oleh satu dan lain hal, maklum biasanya kalau direncanakan kemungkinan gagal selalu muncul. Di awal perjalanan akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat yang terdekat dari lokasi rumah kami.

Monumen, lokasi pertama yang kami datangi mengingat disini view nya asyik buat dijadikan background kami berfoto.  Walaupun terdapat di pusat kota tepatnya beberapa ratus meter dihadapan Gedung Sate tetapi tidak kami lupakan untuk mengunjunginya. Selain kami, ternyata terdapat beberapa orang yang sedang hunting foto disini, ya walaupun harus menunggu background karena bergantian foto disana tidak mengurangi semangat kami untuk foto disana.

Gedung Sate, lokasi kedua yang mungkin termasuk bangunan bersejarah layaknya monumen. Disini kami menemui kejadian unik. Kalau di monumen tadi kita bergantian foto dengan turis lokal tapi disini kita bertemu dengan turis asing. Sepertinya turis asing itu berasal dari Belanda mengingat ketika mereka sedang mengobrol bahasa yang digunakan tidak kami mengerti. Tetapi turis asing itu baik sekali, salah satu dari mereke malah menawari untuk menjadi juru foto mereka. Jadilah kami memiliki foto dengan jumlah anggota lengkap di depan Gedung Sate ini. Parahnya lagi, ketika kami akan beranjak pergi, mereka malah meminta kami untuk tetap disana dan meminta foto kami dengan kamera mereka. Tidak hanya satu orang ternyata yang memoto kami tetapi ada sekitar tiga atau empat orang, serasa jadi model dadakan saja.

Braga, lokasi ketiga pasti semua orang sudah pernah mendengar lokasi ini, atau bahkan sudah berfoto di daerah ini. Untungnya kami mengambil waktu yang tepat di saat pemilu sehingga jalan braga sedang sepi jadinya kami tidak terlalu malu untuk berfoto di sekitar braga, mengingat braga tepat berada di salah satu jalan utama yang ramai sekali digunakan. Selesai dari tempat ini kami beranjak pulang mengingat hari sudah menuju sore.

Tak terasa rasanya apabila kami telah melalui hari selama ini, akhirnya terakhir sesi pemotretan kami akhiri di jalan raya pasopati. Setelah itu kami akhiri petualangan kami dengan makan di sebuah mall dan pulang serta melepas lelah di kos salah satu dari kami. Petualangan yang menyenangkan sekaligus melelahkan tatapi hati kami menjadi senang karena akhirnya dapat menyelesaikan salah satu cita-cita kami.

 

Pilih Kualitas atau Harga Murah?? July 9, 2008

Filed under: Cerita Ajah...,Cuap-Cuap Lucky,My Stories — lucky @ 12:36
Tags: , , ,

Waduh memang sulit kalau udah ada pertanyaan “pilih kualitas apa harga murah??”. Emang sulit banget pengennya sih kalau beli barang-barang tuh yang kualitasnya bagus tapi harganya miring. Tapi untuk sekarang ini rasanya merupakan hal yang amat sangat susah kalau kita pengen dapetin barang yang bagus dengan kualitas yang murah. Kalau kita lagi berusaha menawar ama pedagang pastinya jawaban si pedagang tuh gini “harga tuh ga akan bohong deh Neng!”. Kalau udah diomongin gitu ama si pedagang pastinya aku dah kena “skak mat” deh dari usaha menawar barang yang harganya emang rada-rada mahal itu.

Tapi mau gimana lagi, udah beberapa kali aku ngalamin kejadian yang berhubungan dengan dua pilihan di atas, yang mana kejadian itu emang bikin aku sadar bahwa emang harga itu ga bisa bohong. Kualitas barang yang bagus memang bikin kita puas terhadap barang yang kita beli, yah walaupun kita harus mengeluarkan dana yang ekstra lebih.

Sekedar berbagi pengalaman tentang barang yang kualitasnya bagus ama barang yang harganya murah. Ok, kejadian ini emang aku alami kira-kira sebulan yang lalu. Waktu itu ban motorku bocor dan ketika aku bawa ke tambal ban ternyata ban motorku harus diganti. Kemudian terjadilah percakapan antara aku dengan tukang tambal ban.

“Neng mo diganti ama ban yang harganya 20ribu atau yang 27ribu?”

“Bedanya apa pak? dari segi kualitas bagaimana?”

“Sama aja kok Neng sama-sama bagus..”

“Oh ya sudah saya pake yang 20ribu saja”

Ya pikirku saat itu memang cuma pengen irit duit aja, kalau emang kualitasnya sama kenapa ga pilih yang murah aja (pembelaan ceritanya, hehe). Setelah selesai transaksi dan pemasangan selesai aku pulang dan melanjutkan perjalanan. Tetapi selama satu bulan aku memakai motor, sering sekali ban motorku itu bocor entah karena paku atau karena kekurangan angin. Satu kali, dua kali, tiga kali … sampai akhirnya untuk ketujuh kalinya banku bocor dalam waktu yang cukup singkat (kurang lebih satu bulan). Di tukang tambal ban terakhir aku diajak ngobrol oleh si tukang tambal ban.

“Neng ini mah harus diganti bannya”

“Oh begitu ya pak, memangnya kenapa?”

“Ini Neng, ban buatan China memang kayak gini, jelek bahannya cepet bolong dan emang ga tahan lama. Liat aja di ban ini udah ada banyak banget tambalannya.”

“Oh gitu ya pak, ya sudah tolong diganti aja ama ban yang kualitasnya bagus”

Dari situ aku baru sadar bahwa ternyata memang benar harga itu ga bisa bohong, awalnya pengen irit dengan beli ban yang murah taunya mesti nombok juga gara-gara kualitas barang yang emang ga bagus. Pelajaran yang didapet dari kejadian ini yaitu jangan terlalu percaya ama orang trus satu lagi kalau kualitas itu emang lebih penting daripada harga murah. Bisa jadi harga murah kita dapet tapi biaya perawatan yang lebih tinggi tetap aja harus mengeluarkan uang yang ekstra banyak dan ga jarang juga bisa lebih mahal dari barang mahal yang kualitasnya bagus.