Di depan sebuah cermin ia terdiam bagai sebuah patung tanpa ruh kehidupan
Perasaannya hanyut diterkam kesedihan yang begitu mendalam
Apapun yang telah ia lakukan rasanya tidak berarti bagi siapapun
Kemanapun langkah kakinya bergerak akan selalu menghalangi kebahagiaannya
Bagaimanapun dia bertindak selalu kesalahan yang diterimanya
Semua penderitaan yang dirasakan ia kubur rapat-rapat dalam hatinya
Semuanya terasa hampa baginya dalam menghadapi lika-liku kehidupan
Hingga sampai pada saat ia menemukan cahaya yang menerangi hidupnya…
Cahaya yang dapat meniupkan ruh kehidupan dalam jiwanya
Cahaya yang dapat menghapuskan kesedihan yang selama ini ia rasakan
Cahaya yang mampu membuat ia merasa berarti bagi seluruh orang yang ada di sekitarnya
Cahaya yang mendobrak benteng penghalang kebahagiaannya
Cahaya yang menguburkan kesalahan yang dilakukan olehnya
Cahaya “keimanan dan ketakwaan” yang membuat ia dapat menghadapi lika-liku kehidupannya